Padapertunjukan Drama Musikal Keong Mas oleh Teater Keliling, kebanyakan dalam pertunjukan tersebut menggunakan dialog bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan latar yang diceritakan, pada dasarnya kisah keong mas tersebut terjadi pada masa kerajaan Daha, jauh beberapa abad silam, seharusnya menggunakan dialog dengan bahasa yang sesuai dengan latar waktu tersebut. Pertaniansecara relatif merupakan inovasi yang belum lama berselang jika di bandingkan dengan sejarah manusia, karena manusia semula dalam masa yang lama hanya bertindak sebagai pengumpul makanan. Produksi pangan pertama dengan penanaman dan pembudidayaan yang sesungguhnya baru terjadi pada 7000-10.000 tahun yang silam (pada zaman Neolitik). Keongmas mempunyai kemampuan reproduksi yang tinggi dan sangat cepat, walaupun saat kondisi lingkungan kekurangan air (kekeringan) keong mas selalu saja dapat menyelamatkan dirinya. Toleransi hama ini terhadap polusi dan kekurangan oksigen juga tinggi. Keong mas dapat hidup baik dalam berbagai macam kondisi pertanaman, hama ini sering disebut qBbEWV. Surabaya - Indonesia punya banyak cerita rakyat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Keunikan dan pesan moral dari cerita rakyat kerap menjadi bahan dongeng untuk satu cerita rakyat yang populer adalah Keong Mas. Cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur ini mengisahkan perjalanan cinta antara Panji Inu Kertapati dan Dewi Candra Rakyat Keong MasMengutip dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia Cerita Rakyat Jawa Timur dan Madura 2 karya Tri Prasetyono, Candra Kirana merupakan putri dari pemimpin Kerajaan Dhaha, yakni Raja Kertamarta. Candra Kirana memiliki saudara perempuan bernama Galuh Ajeng. Candra Kirana dan Galuh Ajeng memiliki sifat yang berbeda. Candra Kirana memiliki sifat baik hati, sementara Galuh Ajeng memiliki sifat yang jahat dan iri itu, Candra Kirana sudah dijodohkan dengan seorang pangeran dari Kerajaan Kahuripan. Yakni Raden Inu Kertapati yang memiliki sifat adil dan Ajeng rupanya juga menaruh hati pada Raden Inu. Karena merasa iri dengan saudaranya, Galuh Ajeng merencanakan perbuatan jahat untuk menghancurkan Candra Kirana. Galuh Ajeng lalu pergi ke rumah nenek Ajeng meminta kepada nenek sihir untuk mengutuk Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikkan dan dijauhkan dari Raden Inu. Nenek sihir pun mengabulkan permintaan Galuh Ajeng dengan mengutuk Candra Kirana menjadi seekor keong berwarna mas kemudian itu dibuang ke arah laut. Keong mas terbawa arus ombak hingga akhirnya terdampar di sebuah hari, seorang nenek baik hati sedang mencari ikan dengan jala di sungai. Saat menarik jala, keong mas ikut terangkut. Nenek tersebut membawa keong mas pulang ke tersebut merupakan seorang janda yang berasal dari Kampung Dadapan. Sehingga disebut dengan Nenek Dadapan. Nenek Dadapan tinggal di sebuah gubuk kecil dan harinya, Nenek Dadapan kembali mencari ikan di sungai. Karena tak mendapat ikan seekor pun, Nenek Dadapan memutuskan untuk pulang ke di rumah, Nenek Dadapan sangat terkejut. Sebab, rumahnya begitu bersih dan sudah tersedia masakan yang lezat di meja. Nenek Dadapan penasaran akan datangnya masakan itu berulang setiap hari. Karena penasaran, Nenek Dadapan ingin mengintip situasi rumahnya saat dia pergi mencari ikan. Setelah beberapa saat, Nenek Dadapan kembali dibuat kaget. Sebab, keong mas yang ada di tempayan berubah wujud menjadi gadis tersebut lalu memasak dan menata masakan di meja. Nenek Dadapan memberanikan diri untuk menegur gadis cantik itu."Siapakah kamu ini gadis cantik, dan dari mana asalmu?" tanya si nenek."Aku adalah putri Kerajaan Dhaha yang disihir menjadi keong mas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku," kata Candra menjawab pertanyaan tersebut, Candra Kirana kembali berubah menjadi keong mas. Simak Video "Semarak Surabaya Vaganza, Ada Parade Bunga hingga Budaya" [GambasVideo 20detik] Bukan rahasia umum lagi jika Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan budaya, inilah yang menyebabkan berbagai munculnya dongeng-dongeng yang berasal dari legenda atau cerita rakyat di jaman dongeng-dongeng legenda yang bisa menjadi dongeng pengantar tidur untuk si Kecil, salah satunya adalah 'Legenda Keong Mas'.Keong Mas adalah cerita rakyat yang populer dari Jawa Timur. Bahkan, Namanya juga dijadikan taman legenda dan teater IMAX yang terletak di kawasan Taman Mini Indonesia Indah. Jika Mama ingin mengenalkan anak pada legenda Indonesia dan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, berikut telah menyiapkan dongeng anak Nusantara legenda Keong Mas. Yuk simak!1. Hiduplah seorang raja dengan dua orang putri menawan dalam sebuah kerajaan bernama Kerajaan Cerita Anak InteraktifDahulu kala, terdapat sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Daha. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, namanya Raja memiliki dua orang putri menawan. Putri pertamanya bernama Dewi Galuh, sedangkan adiknya bernama Candra dengan Dewi Galuh, Candra Kirana sudah memiliki tunangan. Sang tunangan merupakan putra mahkota Kahuripan, yang bernama Inu hari, ia mengunjungi Kerajaan Daha."Selamat pagi Raja Kertamarta!" kata Inu Kartapatih"Oh Pangeran Inu, calon menantuku! Kemarilah, mari masuk!" ujar Raja KertamartaSetelah masuk ke dalam istana, mereka akhirnya bertemu dengan Candra Kirana."Ah disana rupanya calon istrimu, Candra Kirana. Dia bersama Dewi Galuh" kata Raja Kertamarta sambil menunjuk Candra Kirana."Selamat Pagi, Candra Kirana! Selamat Pagi, Dewi Galuh!" sapa Pangeran Inu."Selamat pagi Pangeran Inu!" jawab Candra Kirana."Uh aku mau ke kamar saja!" kata Dewi Galuh dalam hati sambil beranjak ke Karena gelap mata, Dewi Galuh mengunjungi penyihir untuk menyingkirkan Candra Cerita Anak InteraktifRasa sombong dan cemburu Dewi Galuh pada Candra Kirana itu membuatnya kesal. "Euh.. Kenapa? Mengapa Candra Kirana yang selalu beruntung? Aku akan menyingkirkanmu Candra Kirana!" kata Dewi Galuh sambil memukul Galuh yang gelap mata akhirnya pergi ke penyihir untuk membantunya menyingkirkan Candra Kirana."Apa yang membuat putri kerajaan datang ke sini di malam ini?" kata sang penyihir."Saya punya permintaan. Saya ingin kau membantu saya untuk menyingkirkan Candra Kirana. Saya akan memberikan emas sebanyak yang kau inginkan!" kata Dewi Galuh pada penyihir."Hahaha" suara penyihir yang tertawa kencang seakan-akan menyetujui permintaan untuk mendapatkan sejumlah keesokan harinya, Dewi Galuh bertemu dengan Candra Kirana di taman istana. Candra Kirana yang tidak mengetahui perbuatan kakaknya, tampak santai dan bersenandung di taman. Hingga akhirnya ia bertemu dengan sang Kakak."Hai Candra Kirana!" kata Dewi Galuh"Oh hai Kak! Lihat kemari! Ini adalah bunga yang biasa kita tanam" kata Candra Penyihir jahat itu akhirnya mengubah Candra Kirana menjadi seekor keong berwarna Cerita Anak InteraktifDengan ajaib, sang penyihir jahat muncul di tengah-tengah taman, bersama dengan Dewi Galuh dan Candra Kirana."Ah! siapa nenek itu, Kak?" kata Candra Kirana yang yang jahat itu kemudian mengutuk putri Candra Kirana menjadi seekor siput."Ku kutuk kau menjadi seekor keong hahahaha!" ujar penyihir jahat sambil mengarahkan tangannya pada Candra tubuh Candra Kirana diselimuti asap tebal! Saat asap menghilang, Candra Kirana telah berubah menjadi keong emas."Hahahaha kutukan ini akan hilang jika kau bertemu tunanganmu! Sebelum itu terjadi, aku singkirkan kamu dulu Aku akan memberitahu pada Papa bahwa kamu telah menghilang hahaha!" kata Dewi Galuh sambil menendang keong mas jelmaan Candra Kirana ke kolam istana."Kenapa dia begitu jahat padaku? Apa aku pernah menyakitinya?" tanya Candra Kirana yang bersedih di atas daun Picks4. Candra Kirana yang berubah menjadi keong emas, ditemukan oleh seorang nenek dan dibawa Cerita Anak InteraktifCandra Kirana yang berubah menjadi Keong Mas pun, terbawa arus sungai menjauhi Kerajaan Daha."Kemana sungai ini membawaku pergi? Hiks... hiks...!!!" kata Candra Kirana yang karena tubuhnya yang berwarna keemasan, membuat seorang nenek yang berada di tepi sungai untuk mencari ikan, melihat Candra Kirana dan menangkapnya dengan jaring."Aaaa!" Teriak Candra Kirana yang ketakutan karena masuk ke perangkap jaring."Wow, apa ini? Keongnya berwarna keemasan, belum pernah aku melihat keong seperti ini!" kata nenek itu kemudian membawa Keong Mas ke rumahnya. Dia merawat Keong Mas di dalam sebuah harinya, tanpa disadari sang Nenek, Keong Mas berubah menjadi manusia sampai siang. Nenek itu kemudian kembali ke sungai, tapi malang nasibnya karena tidak ada satu pun ikan yang tertangkap di jalanya."Hah... Tak terasa hari sudah siang, namun aku belum menyiapkan makan untuk nanti sore"Saat nenek itu kembali ke rumah, betapa terkejutnya dia karena di meja telah disajikan beberapa berbagai makanan lezat."Lho siapa yang memasak semua ini? Siapa yang menyiapkannya untukku?" ujar nenek yang Sang nenek akhirnya mengetahui bahwa Keong Mas tersebut adalah Candra Cerita Anak InteraktifKeesokan paginya, sang nenek kembali ke danau untuk mencari ikan lagi. Kemudian ketika ia kembali, berbagai hidangan juga telah disajikan di meja yang penasaran, memutuskan untuk pulang lebih awal dari biasanya pada keesokan harinya, ia juga masuk dengan mengendap-endap ke suara seseorang sedang memasak, kemudian nenek tersebut masuk dan dikejutkan oleh seorang gadis menawan yang memasak di dapurnya."Hah? Siapa kamu, wahai gadis menawan?" kata nenek pada Candra Candra Kirana menceritakan semuanya kepada nenek itu. Dia juga mengatakan kepadanya bahwa kutukan itu akan hilang jika dia bertemu dengan tunangannya, Pangeran Inu."Saya tidak tahu kapan kutukan ini akan berakhir" ujar Canra Kirana yang sedih."Sabar, Kirana. Terus berdoa. Semoga doamu terkabul" jawab nenek itu, di Kerajaan Daha, Pangeran Inu ingin mencari tunangannya. Bahkan dia berpura-pura menjadi seorang rakyat jelata untuk mencari ke seluruh negeri"Jangan khawatir, Yang Mulia. Saya akan mencari Candra Kirana sampai di seluruh pelosok negeri hingga ketemu" kata Pangeran Inu pada Raja Kertamarta6. Dewi Galuh bertemu dengan Penyihir untuk mengambat Pangeran Inu mencari Candra Cerita Anak InteraktifKetika Dewi Galuh mendengar Pangeran Inu berniat mencari saudara perempuannya, ia memberi tahu kepada penyihir itu berubah menjadi gagak hitam. Dia terbang mencari Pangeran InuDalam perjalanannya mencari Candra Kirana, Pangeran Inu tiba-tiba dikejutkan dengan datangnya gagak hitam yang bisa berbicara."Kiri...ke kiri Ikuti aku" kata gagak itu kepada Pangeran Inu."Gagak itu bisa bicara? Mungkin ia bisa menuntunku untuk menemukan Candra Kirana" kata Pangeran Pangeran Inu mengikuti burung gagak, yang dia tidak sadari bahwa burung gagak itu adalah jelmaan dari penyihir yang sengaja membuatnya salah perjalanannya, Pangeran Inu berhenti ketika melihat lelaki tua itu bersandar di pohon. Dia melihat kakek itu berwajah pucat."Kau baik-baik saja? Kakek terlihat pucat sekali" kata Pangeran Inu."Aku belum makan selama berhari-hari, anak muda" jawab kakek tersebut."Ini dia, kakek bisa makan siangku. Aku bawa cukup untuk diriku sendiri" ujar Pangeran Inu sambil memberikannya sekotak makan siang."Ahh, terima kasih, anak muda" kata kakek Pangeran Inu dibantu oleh seorang kakek dan membongkar penyihir jahat yang menjelma sebagai Cerita Anak InteraktifSambil makan, Pangeran Inu menceritakan semuanya kepada kakek tersebut. Pangeran Inu juga menceritakan bahwa ia mengikuti burung gagak hitam yang bisa diduga, kakek itu mengayunkan tongkatnya ke burung gagak. Gagak itu pun jatuh dan kembali menjadi penyihir!Ternyata kakek itu juga seorang penyihir. Dia memberi tahu Pangeran Inu bahwa burung gagak itu adalah penjelmaan dari penyihir juga menyuruh Pangeran Inu untuk mencari Candra Kirana di Desa di Desa Dadapan, Pangeran Inu singgah di sebuah rumah pondok untuk meminta minum. Ketika dia bertanya meminta air, betapa terkejutnya Pangeran dia singgah di rumah neneknya yang merawat Candra Candra Kirana akhirnya kembali ke istana, dan Dewi Galuh pergi karena takut Cerita Anak InteraktifNenek dan Candra Kirana tampak terkejut sekaligus senang melihat Pangeran Inu. Ketika mereka bertemu satu sama lain membuat kutukan Kirana kemudian kembali ke Kerajaan Daha. Ia menceritakan semuanya kepada sang Papa. Karena takut mendapat hukuman, Dewi Galuh melarikan diri dari Kerajaan Daha dan tidak pernah akhirnya Candra Kirana dan Pangeran Inu hidup bahagia bersama. Nenek yang merawatnya juga tinggal di itulah dongeng anak Nusantara Legenda Keong Mas. Setelah menceritakan dongeng ini, jangan lupa untuk memberi tahu nilai moral yang terdapat dalam dongeng ini ya Ma!Nilai moral dari cerita ini adalah rasa iri dan dengki dapat merusak pikiran dan karakter. Sehingga jauhi hal itu dengan selalu bersyukur dan berpikir jugaDongeng Anak Nusantara CindelarasDongeng Anak Putri Tanpa Senyum dan Jack yang CerobohDongeng Nusantara Lutung Kasarung dan Purbasari Resensi Buku "KEONG EMAS"Kata syukur kehadirat Allah Swt yang memberi rahmat dan hidayahnya sehingga tugas ini dapat saya dari tugas ini pengumpulan tugas dalam bab meresensi sekaligus melatih kami dalam mengerjakan ucapkan terima kasih kepada Jumianti Puspitasari selaku guru Bahasa Insonesia yang telah mengajarkan materi pelajaran tua yang telah menyediakan fasilitas teman teman yang telah mendukung saya tanpa jasa mereka tugas ini tidak kedepannya semoga tugas ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk kepentingan April HamiyahBAB Latar BelakangNovel Keong Emas karya Tira Ikranegara Yang diterbitkan BINTANG ini menceritakan tentang saudara tiriDewi Ajeng yang iri kepada putri permaisuri Chandrakirana.Saya memilih Novel ini karena saya merasa cocok,remaja yang beralih dewasa karena umur umur segitu peralihan memasuki dunia nyata yang rumit seperti yang dialami putri permaisuri TujuanAdapun kekurangan dan kelebihan novel ini memberi gambaran kepada pembaca dan penilaian umum sebuah karya itu resensi ini untuk memenuhi tugas dari Guru Bidang Study Bahasa Indonesia dan sebagai pembaca mengetahui secara Identitas Buku√ Judul Keong Emas√ PengarangTira Ikranegara√ Penerbit BINTANG INDONESIA√ Halaman 94 Unsur Buku√ Pendahuluan -Sampul depan -Identitas buku -Hak cipta√ Isi Buku - Seorang saudara tiri Dewi Ajeng yang iri kepada putri permaisuriChandrakirana√ Penutup -Tentang penulis -Sampul belakang Sinopsis Novel Keong Emas diterbitkan pada tahun 2010 oleh BINTANG INDONESIA Novel "Keong Emas"ini menceritakan tentang saudara tiriDewi Ajeng yang iri kepada putri permaisuriChandrakirana. Novel ini menceritakan tentang seorang saudara tirinya yang iri kepada putri permasuri sesama saudara tapi bukan saudara kandung ayah Chandrakirana menikahi ibu Dewi Ajeng. Suatu hari ada seorang pangeran yang datang ke rumah ayah chandrakirana,untuk menjodohkan Raden Inu Kertapati dengan salah seorang putrinya. Sebelum raden inu pulang,ia memberikan 2 hadiah untuk chandrakirana dan dewi ajeng,tapi chandrakirana mendapat kado yang lebih besar dibandingkan dewi ajeng ia akhirnya tidak terima. Karena tidak terima dewi ajeng dan ibunya pergi ke mbah demit untuk mengubah chandrakirana menjadi keong dan akhirnya chandrakirana menjadi Ulasan BukuYang saya suka pada novel ini adalah menggambarkan perilaku Dewi Ajengbahwa kita jangan iri kepada siapapun,karena perilaku iri itu tidak kekurangannya,novel ini isinya kurang tebal jadi saya kurang membaca isi dalam jika novelnya tebal lebih semangat untuk membacanya lagi,siapa tahu kalo bukunya agak tebal semua orang mungkin sudah sempurnya baik penyampaiannya sebagai penulis,maupun ucapan secara bentuk fisik dari novel tersebut sudah sangat bagus dan menarik bagi SimpulanSetelah membaca buku ini agak membosankan namun menarik yaitu karena didalamnya ada pengajaran bahwa kita tidak boleh iri kepada SaranSebaiknya ceritanya ditambahkan lagi supaya saya ataupun semua yang membaca novel ini merasa puas dengan apa yang ada yang berjudul Keong Emas ini sebenarnya sudah bagus dan tetapi,akan lebih baik lagi jika penulis memperjelas makna dari beberapa perumpamaan yang ada.TugasBahasaIndonesiaTugasOnlineBelajarOnlineBelajarMenjadiPembacaEfektifBuku FiksiUntuk memenuhi Tugas Belajar dirumah dari ibu Jumianti Puspitasari, Selaku Guru Bahasa Indonesia MTsN 5 Serang!