Mikrobiomatanah, khususnya dalam pertanian, memiliki peran besar bagi kesuburan tanaman yang tumbuh di atasnya. Terdapat berbagai jenis mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah, tak terkecuali pada tanah pertanian yang menerapkan sistem pertanian organik. Menurut SNI 6729:2016, sistem pertanian organik adalah sistem manajemen produksi yang
Hampirsemua makhluk hidup membutuhkan tanah sebagai tempat hidup. Berikut merupakan manfaat tanah bagi kehidupan 1. Sebagai tempat pertumbuhan tumbuhan 2. Menyediakan pasokan air 3. Habitat mikrooganisme 4. Penyedia unsur hara 5. Tempat hidup hewan darat Jadi jawaban yang tepat adalah jawaban B, C, dan D semoga membantu. Beri Rating.
Kelompokhewan tanah sangat banyak dan beraneka ragam, mulai dari Protozoa, Rotifera, Nematoda, Annelida, Mollusca, Arthropoda hingga. Gambar 1 Cacing tanah (sumber: Wikipedia) Berdasarkan ukurannya terdiri atas mikrofauna yang memiliki rentang ukuran tubuh 20 μm sampai 200 μm. Hanya ada satu kelompok pada kategori ini, yaitu Protozoa
PeranTumbuhan Dalam Suatu Ekosistem Adalah. Sep 02, 2021. Komponen Ekosistem Peran dan Interaksinya. air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di atas tanah … peran tumbuhan dalam suatu ekosisitem adalah tolong di jawab hari ini di kumpul - Ekosistem Adalah - Pengertian, Macam, Komponen, Gambar & Contoh.
VcsKSJJ. ewan tanah merupakan salah satu komponen ekosistem tanah yang berperan dalam memperbaiki struktur tanah melalui penurunan berat jenis, peningkatan ruang pori, aerasi, drainase, kapasitas penyimpanan air, dekomposisi bahan organik, pencampuran partikel tanah, penyebaran mikroba, dan perbaikan struktur agregat tanah Witt, 2004. Walaupun pengaruh hewan tanah terhadap pembentukan tanah dan dekomposisi bahan organik bersifat tidak langsung, secara umum dapat dipandang sebagai pengatur terjadinya proses fisik, kimia maupun biokimia tanah Hill, 2004. Berbagai jenis hewan tanah yang umumnya termasuk anggota invertebrata telah banyak dilaporkan memegang peranan penting dalam proses-proses yang terjadi di dalam ekosistem, terutama di daerah tropis Lavelle et al., 1994. Peran hewan tanah adalah mendekomposisi bahan organik, berbentuk segar, setengah segar, lapuk, maupun mati membentuk senyawa yang lebih sederhana yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan atau meningkatkan kesuburan tanah Buckman & Brady, 1982. Peran hewan tanah pada ekosistem tanah cukup besar dalam menentukan kualitas dan struktur tanah. Peran hewan tanah dalam proses perombakan bisa terlaksana secara langsung ataupun tidak langsung. Secara langsung karena memakan dan menghancurkan bahan organik, dan secara tidak langsung berupa keikutsertaannya dalam meningkatkan jumlah mikroflora tanah yang juga berperan dalam proses perombakan bahan organik Deshmukh, 1992. Komponen biotik di dalam tanah memberi sumbangan terhadap proses aliran energi dari ekosistem tanah. Kelompok biotik ini melakukan penguraian sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati dekomposisi. Hewan tanah merupakan salah satu komponen dalam ekosistem tanah, berperan dalam memperbaiki struktur tanah melalui penurunan berat jenis bulk density, peningkatan ruang pori, aerasi, drainase, kapasitas penyimpanan air, dekomposisi sisa organik, pencampuran partikel tanah, dan penyebaran mikroba Anwar et al., 2006; Hanafiah et al., 2003. Mikrofauna memacu proses dekomposisi bahan organik dengan memperkecil ukuran bahan dengan enzim selulase yang kemudian dimanfaatkan oleh mikroba perombak lainnya. Mesofauna dan makrofauna selain memperkecil ukuran bahan organik, aktivitas metabolismenya menghasilkan feses yang mengandung berbagai hara dalam bentuk tersedia bagi tanaman dan biota tanah lainnya. Beberapa makrofauna seperti cacing tanah mempunyai peranan penting dalam mempengaruhi kesehatan dan produktivitas tanah. Lubang cacing merupakan rongga-rongga dalam tanah yang dapat meningkatkan aerasi, penetrasi akar, dan infiltrasi air Curry & Good, 1992. Kotoran cacing casting merupakan campuran tanah dengan bahan organik yang telah dicerna yang mengandung berbagai hara yang tersedia bagi tanaman Lake & Supak, 1996. Makrofauna tanah merupakan bagian dari biodiversitas tanah yang berperan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi tanah melalui proses imobilisasi dan humifikasi. Saat proses dekomposisi bahan organik, makrofauna tanah lebih banyak berperan dalam proses fragmentasi comminusi serta memberikan fasilitas lingkungan mikrohabitat yang lebih baik bagi proses dekomposisi lebih lanjut. Proses dekomposisi dilakukan oleh kelompok mesofauna dan mikrofauna tanah serta berbagai jenis bakteri dan fungi Sugiyarto, 2000. Beberapa jenis makrofauna tanah tidak hanya mampu melapukkan memecah bahan organik, tepai juga mampu merangsang kehadiran beberapa jenis mikroba untuk berasosiasi mempercepat proses dekompisisi Sazali, 2015. Hewan tanah melaksanakan dua proses yang berlainan dalam perombakan. Pertama, pengecilan adalah reduksi ukuran partikel organik, yang terjadi berkat aktivitas makan hewan-hewan tanah. Kedua, katabolisme adalah pemecahan secara biokimia molekul organik kompleks berkat proses pencernaan hewan dan mikroflora tanah Deshmukh, 1992. Selain berperan dalam proses perombakan bahan organik dan memperbaiki struktur tanah, hewan tanah juga berperan menaikkan nilai tukar kation dan menyumbang nitrogen bagi tanah. Dalam 53 Kajian Fungsi Hewan Tanah hubungan timbal balik dengan mikroba, hewan tanah akan melakukan fungi meremah atau mencacah, memakan, melakukan proses enzimatis sehingga membantu perombakan oleh mikroba, dan membantu pertukaran kimia hasil dekomposisi bahan organik Khairia, 2009. Tanah yang kekurangan bahan organik menjadi padat, karena salah satu fungsi bahan organik adalah untuk memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Fungsi lain bahan organik adalah sebagai sumber mineral sehingga di dalam tanah tersedia unsur hara yang diperlukan tanaman. Bahan organik secara berangsur-angsur mengalami mineralisasi membentuk hara di dalam tanah. Kondisi tanah yang kekurangan bahan organik akan menyulitkan tanaman menyerap unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman Hardjowigeno, 1995. Hewan tanah menata aerasi tanah karena adanya lubang yang dibentuk sedemikian sehingga sirkulasi udara berlangsung maksimal. Eksresi yang dilakukan hewan tanah atau ketika ia mati menjadi penyedia unsur hara pada tanah Suin, 2012. Hewan tanah adalah kelompok heterotrof utama. Proses perombakan akan berjalan sangat lambat bila tidak didukung kehadiran hewan tanah Rahmawaty, 2004. Hewan tanah umumnya terakumulasi dalam jumlah besar pada bagian top soil. Bagian atas tanah ini menjadi media yang paling baik dalam mendukung aktivitas hidup hewan tanah Adianto, 1993. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arief 2001 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hal siklus nitrogen pada tanah yang mengalami penambahan hewan tanah, sebesar 20%-50%. Hewan tanah menjadi organisme utama dalam proses pembusukan bahan organik, melalui mekanisme berikut. 1. Menghancurkan organ tumbuhan dan hewa secara fisik dan menyediakan mediapertumbuhan bagi bakteri dan jamur. 2. Membantu pembusukan gula, selulosa, dan lignin. 3. Melakukan proses humifikasi pembentukan humus. 4. Mengaduk dan mencampurkan bahan yang terdekomposisi tanah di atas atau di bawahnya, 5. Memantapkan daya gabung dan agregat bahan organik dengan mineral-mineral Barnes et al, 1997. Hewan tanah bukan merupakan subsistem produsen tetapi sebagai subsistem konsumen dan subsistem dekomposisi. Subsistem dekomposisi menunjukkan peran hewan tanah sebagai makhluk hidup yang mula-mula merombak bahan organik. Hewan tanah akan mencacah, melumat, mengunyah, dan mencampur materi tersebut dengan bahan organik lainnya membentuk fragmen kecil sebelum dirombak dekomposisi mikroba Arief, 2001. Hewan tanah disebut serangga sosial di hutan trofis diprediksi memiliki peran empat kali lebih besar dalam siklus energi dibanding vertebrata. Hewan tanah mampu melakukan perubahan besar dalam lapisan top soil. Akar tanaman yang mati dan bagian tumbuhan lainnya diperoleh dengan mudah, dibusukkan oleh jamur, bakteri-bakteri, dan kelompok makhluk hidup lainnya Ariani, 2009; Sutedjo et al., 1996. Adapun peranan hewan tanah yang berpengaruh terhadap sifat tanah dalam ekosistem dapat ditunjukkan pada Tabel berikut. Tabel Peranan Hewan Tanah Terhadap Sifat Tanah dalam Ekosistem Sumber Dewi, 2011 Menurut Sa’adah 2010 keberadaan hewan memiliki peranannya terhadap sifat-sifat tanah, yaitu Hewan tanah Aktivitas Peranan terhadap Tanah Mikrofauna Mengatur populasi bakteri dan fungsi Perombakan unsur hara Mempengaruhi struktur agregat tanah dan berinteraksi dengan mikroflora Mesofauna Mengatur populasi fungi dan mikrofauna Perombakan unsur hara Menghancurkan sisa tanaman Menghasilkan fecal pellets Menciptakan biopore Meningkatkan humifikasi Makrofauna Menghancurkan sisa tanaman Merangsang kegiatan mikroorganisme Mencampurkan bahan organik dan bahan mineral Penyebaran bahan organik dan mikroorganisme Menciptakan biopore Meningkatkan humifikasi Menghasilkan fecal pellets 55 Kajian Fungsi Hewan Tanah 1. Sifat Fisik Tanah Hewan tanah khususnya cacing tanah berpengaruh nyata terhadap struktur tanah melalui aktivitasnya dalam menggali tanah, mengangkut dan mencampurkan bahan mineral dengan bahan organik yang ada serta pergerakannya dalam memasukkan bahan organik ke horizon yang lebih dalam dan menghasilkan casting. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas 10 ekor cacing tanah selama 3,5 bulan mampu mempengaruhi bobot isi, pori total, penetrabilitas, indeks stabilitas agregat dan permeabilitas tanah. Terpeliharanya biopori oleh hewan tanah akan membentuk agregat tanah yang mantap dan menunjukkan terpeliharanya struktur tanah yang baik. Pada akhirnya kondisi ini mendukung terpeliharanya fungsi hidrologis kawasan pemukiman sebagai bagian dari tangkapan air catchment dan memudahkan peresapan air. 2. Sifat Kimia Tanah Peranan hewan tanah terhadap sifat kimia tanah terutama disebabkan oleh aktivitasnya dalam mempercepat proses dekomposisi bahan organik yang berkaitan dengan penyediaan unsur hara yang penting untuk pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas cacing tanah dapat meningkatkan pH tanah dari kondisi awal 5,9 meningkat menjadi 6,8. Secara umum hewan tanah dipandang sebagai pengatur terjadinya proses biogeokimia dalam tanah. Hewan tanah berperan dalam menentukan kesuburan tanah bahkan beberapa jenis hewan tanah dapat digunakan sebagai indikator tingkat kesehatan tanah di suatu daerah pertanian. Cacing tanah dapat memindahkan insektisida dari permukaan tanah ke dalam tanah dan mencampur adukannya sampai kedalaman 7,5 cm sehingga memperkecil toksisitas zat kimia tersebut terhadap hewan permukaan tanah. Lahan yang diberi mesofauna tanah umumnya mengalami peningkatan hara, khususnya nitrogen sebesar 20%-50%. Sampah organik yang dibuang ke dalam tanah akan digunakan oleh hewan tanah sebagai sumber bahan makanan. Jika jumlah sampah organik berlimpah, hewan tanah akan terus beraktivitas membuat biopori dan berkembang biak, mengunyah dan memperkecil ukuran sampah organik, serta mencampurkannya dengan mikroba yang dapat mempercepat proses pelapukan sampah organik menjadi kompos dan senyawa humus yang dapat memperbaiki kondisi tanah. Selain itu, hewan tanah juga dapat mengurangi emisi CO2 dan gas metan yang merupakan gas rumah kaca penyebab pemanasan global, disamping juga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, serta bahan amelioran lain yang diperlukan dalam upaya perbaikan tingkat kesuburan tanah. Diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah, di musim hujan maupun kemarau, berhubungan erat dengan pH, C-organik, rasio C/N dan kadar air tanah gambut. Keanekaragaman makro hewan meningkat dengan meningkatnya pH tanah. pH tanah menentukan komposisi dan jenis hewan. Diversitas hewan yang aktif dalam tanah juga berhubungan erat dengan C-organik. Semakin meningkatnya kandungan C-organik pada tanah gambut justru menurunkan diversitas makrofauna yang aktif dalam tanah. Ini menunjukkan bahwa semakin matang dekomposisi gambut semakin meningkat diversitas makrohewan yang aktif dalam tanah. 3. Sifat Biologi Tanah Aktivitas hewan tanah khususnya cacing dalam proses dekomposisi bahan organik dapat merangsang aktivitas mikroorganisme. Penghancuran bahan organik menjadi ukuran yang lebih halus serta proses enzimatik dalam pencernaan cacing membuat bahan organik menjadi lebih mudah untuk dicerna mikroorganisme. Hewan tanah mampu mengubah lapisan top soil, karena di lapisan tersebut mudah terdapat akar tanaman dan makanan. Akar mati akan dilapukkan dengan cepatoleh fungi, bakteri, serta kelompok organisme lain. Hewan tanah yang mengkonsonsumis bahan organik lapuk, membantu mentransformasi bahan tersebut menjadi komponen yang lebih spesifik. Banyak hewan tanah yang menghabiskan siklus hidupnya di tanah. Tanah menjadi sarang, wilayah bertahan, dan makanan bagi hewan tanah. Pergerakan hewan di dalam tanah akan membentuk rongga-rongga yang baik untuk sirkulasi udara dan memperkaya hara tanah karena adanya ekskresi yang dihasilkan. Hewan tanah menata sifat fisik tanah dan juga membantu perombakan organ organisme yang telah mati. Makrofauna tanah sangat besar peranannya dalam proses dekomposisi, aliran karbon, redistribusi unsur hara, siklus unsur hara, bioturbasi dan pembentukan struktur tanah. Biomassa cacing tanah menjadi bioindikator untuk mengetahui perubahan derajat keasaman tanah, status lapisan organik tanah horizon, kelembaban, dan kondisi 57 Kajian Fungsi Hewan Tanah humus dalam tanah. Jenis rayap juga diketahui berperan membrntuk struktur tanah dan terlibat dalam perombakan bahan organik.
Jawabanaktivitas semut dapat memengaruhi sifat fisik tanah berupa pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan semut dapat memengaruhi sifat fisik tanah berupa pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan tanah. PembahasanHewan kelas Insecta banyak dijumpai di dalam tanah, misalnya semut rangrang. Aktivitas semut rangrang di dalam tanah, yaitu membuat lubang tanah, dapat menbantu pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan tanah dan memungkinkan udara masuk ke dalam tanah aerasi tanah. Jadi, aktivitas semut dapat memengaruhi sifat fisik tanah berupa pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan kelas Insecta banyak dijumpai di dalam tanah, misalnya semut rangrang. Aktivitas semut rangrang di dalam tanah, yaitu membuat lubang tanah, dapat menbantu pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan tanah dan memungkinkan udara masuk ke dalam tanah aerasi tanah. Jadi, aktivitas semut dapat memengaruhi sifat fisik tanah berupa pembentukan pori-pori tanah sehingga dapat menggemburkan tanah.